Sepinya kegiatan filateli di sebagian besar daerah di Indonesia sudah dirasakan sejak sewindu yang lalu. Gaung sejuta filatelis yang pernah dicanangkan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda akan terwujud. Jika kita perhatikan perkembangan filateli di dunia, yang pada tahun ini berjudul China World Stamp Exhibition 2009 yang berlangsung di Luoyang, China, terlihat jelas bahwa momen ini dimanfaatkan betul oleh pemerintah China untuk meningkatkan daya saing China di dunia internasional.Pameran prangko dijadikan ajang promosi wisata dan industri China, suatu langkah spektakuler di mana tahun lalu negara ini sempat dihantam isu produk susu dan terseret dalam krisis global yang sangat memukul perekonomian mereka. Prangko dan filateli dijadikan jurus ampuh untuk mengembalikan kepercayaan dunia internasional. Sudah saatnya Filateli Indonesia bangkit kembali. Bukankah benda-benda filateli dapat mengangkat eksistensi suatu negara di mata dunia internasional layaknya Olimpiade ? Prangko dan benda filateli lainnya merupakan sarana promosi gratis suatu negara untuk menjelajah ke seluruh penjuru dunia baik itu melalui lalulintas suratpos maupun dengan perantaraan para filatelis melalui komunitas internasionalnya.
Saat ini di dunia internet terus bermunculan yang namanya weblog dan blog baru yang jumlahnya perbulan bisa ribuan. Weblog atau blog, tumbuh pesat berkat kemampuannya untuk membentuk jejaring sosial di dunia maya, dengan kelebihan tampilan yang mirip website, sehingga dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi instan ( misahnya dengan chat ) maupun sebagai sarana sharing informasi ( dengan content management ). Blog juga sangat familiar dengan mesin pencari semacam Google, Yahoo , MSN dan lainnya. Seiring dengan hal itu, maka blog dengan mudahnya membentuk komunitas-komunitas di dunia maya, seperti mybloglog,blogger bandung ,blogger sumatra,dan lainnya terlalu banyak kalo disebutkan di sini .
Komunitas blogger yang bermunculan di dunia maya terbentuk dari berbagai latar belakang misalnya komunitas suatu kota,kabupaten,provinsi,hobi, bisnis, profesi, bidang keilmuan, agama , politik daan lain-lain. Komunitas yang terbentuk dari para blogger ini dapat saling berbagi dan diskusi antara sesama blogger yang baik yang menjadi member , maupun sebagai partisan. Dibandingkan dengan komunitas di dunia offline, di mana para member hanya berinteraksi dalam waktu tertentu, komunitas dunia maya ini saling berinteraksi dalam waktu tak terbatas ( kapan saja ) dan di mana saja asal terhubung ke dunia internet, sehingga tujuan-tujuan yang sudah direncanakan dapat direalisasikan dalam waktu singkat.
Bagaimana dengan komunitas filatelis ? Dari awal sudah saya gambarkan bahwa kondisi dunia filateli di Tanah Air tidak menunjukkan eksistensi yang berarti.Klub filateli menghilang entah ke mana. Perkumpulan Filatelis Indonesia pun memiliki anggota beberapa orang saja. Aktivitas rutin dan teroganisir hanya terjadi secara sporadis dan terkosentrasi di beberapa kota besar semisal Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan Denpasar. Di sini saya menawarkan solusi : bentuk dan kembangkan komunitas blogger filatelis. Memang sudah ada beberapa mailing list filatelis di Yahoo, yang menjadi sarana interaktif diskusi dan curhat para filatelis. Interaksi melalui blog dapat melengkapi komunikasi yang terjalin di mailing list filateli. Ada ungkapan menarik yang beredar di kalangan filatelis : jangan bandingkan prangko dengan teknologi, karena memang tidak pernah dapat dibandingkan. Tapi manfaatkan teknologi untuk memajukan filateli. Bukankah tekonologi hadir untuk memudahkan kehidupan ?
Sepanjang pengamatan saya di dunia maya, meskipun tidak membentuk komunitas resmi, para blogger filatelis internasional biasanya berinteraksi dengan memanfaatkan fasilitas pada blog :
a) Memberikan komentar atas ulasan pada kotak komentar di bawah postingan
b) Sapa, senyum, dan salam pada kotak chating semacam shout mix,cbox dll
c) Membuat link ke blog lain pada postingan
d) Merekomendasikan kepada pengunjung tentang keberadaan blog filatelis lainnya pada sidebar ( biasanya berupa daftar link teman-teman pemilik blog )
e) Membuat sarana pembayaran berupa Paypal untuk fasilitas penjualan koleksi
f) Memuat foto-foto koleksi untuk dinilai oleh sesama filatelis, juga berfungsi sebagai pameran pribadi
g) Blog komunitas sangat mudah di-index oleh mesin pencari, hal ini akan berdampak juga bagi blog yang dimiliki anggota, yang dimuat link nya pada blog komunitas tersebut,dengan demikian filateli dan komunitasnya mudah di-blow-up di dunia maya
Salah satu blog filatelis Indonesia meskipun dibuat dengan desain sederhana, yakni http://win-ox.blogspot.com yang berjudul “I Love Philately”,cukup diminati oleh pengunjung dalam dan luar negeri, terlihat dari peta kunjungan feedjit pada sidebar.Jika kita mengetik kata kunci “prangko” pada kotak pencarian Google, blog ini berada pada posisi halaman 5 pencarian, bahkan apabila sering di update oleh pemiliknya, berada pada halaman pertama pencarian. Blog ini dibuat oleh filatelis wanita Indonesia dan link nya terpasang di http://mycoolcovercollection.blogspot.com yang dimiliki oleh filatelis Pakistan bernama Faisal Cheema, di mana blogger ini memamerkan koleksinya yang berasal dari teman-teman blogger dari penjuru dunia dengan hampir 6.000 kunjungan sampai postingan ini dibuat.
Nah, begitu dahsyatnya teknologi, mengapa tidak dimanfaatkan. Seharusnya kita, bangsa Indonesia lah yang menjadi motor penggerak untuk menumbuhkan kembali filateli Indonesia. Filateli merupakan produk dengan cost/biaya yang rendah, artinya mendatangkan margin yang tinggi untuk Negara. Sudah seharusnya mulai saat ini kita memberi perhatian lebih kepada filateli. Meskipun tidak semua di antara kita hobi dengan filateli, jadikan benda filateli sebagai media komunikasi untuk keluarga,serta para sahabat kita di dalam dan luar negeri, toh setidaknya dapat dijadikan souvenir resmi. Ingat apa yang dilakukan negara China di awal tulisan ini. Sinergikan filateli dengan teknologi.
Beberapa kantor pos sudah terpasang Warmasif, ini peluang untuk “mengawinkan” teknologi dengan prangko dan produk turunannya. Kita makmlum, pemakaian prangko saat ini sebagai sarana pembayaran kiriman suratpos sudah jauh berkurang. Tapi ingat, di luar negeri sana masih terdapat puluhan juta orang filatelis. Filatelis sejati tak akan berhenti berburu dan saling tukar prangko. Jangan sampai filateli masuk acara “Tepi Jaman” yang rutin disaiarkan salah satu TV swasta terkemuka. Peluang terbuka lebar, ayo tumbuh kembangkan lagi filateli. Salam Filateli !











